> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://notes.anggipradana.com/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://notes.anggipradana.com/temuan-celah-keamanan/kredensial-database-dan-azure-leaks-pada-redacted.com.md).

# Kredensial Database dan Azure Leaks pada redacted.com

Berdasarkan pengalaman saya, fase enumerasi direktori *website* merupakan fase yang sangat penting. Penggunaan *wordlist* dan *tools* yang tepat adalah *koentji*. Tulisan ini membahas bagaimana saya mendapat xxxUSD dengan hanya melakukan enumerasi direktori.

## Dirsearch

> ""Although there are now many other fuzzers like wfuzz, gobuster or ffuf, dirsearch is still showing its own unique in features and detections when doing web content brute-force. Instead of supporting parameters fuzzing like in ffuf or wfuzz, search keeps it as a traditional web path brute forcer, to much more focus on the specific purpose. " \
> \
> Quoting from the maurosoria/dirsearch repository

*Dirsearch-Web path discovery* , seperti namanya, tools ini berfungsi sebagai alat untuk melakukan enumerasi direktori pada website. Tujuannya adalah mencari informasi folder dan file yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut untuk melakukan eksploitasi. Dirsearch sudah dilengkapi dengan *wordlist* bawaan yang selalu diupdate. Kelebihan *wordlist* ini adalah efisien (karena telah dipilah sehingga ukurannya kecil) dan efektif (karena di-*update* secara terus-menerus).<br>

{% hint style="info" %}
Berikut merupakan link kode sumber dirsearch : [link](https://github.com/maurosoria/dirsearch).
{% endhint %}

### Penggunaan dirsearch

```
git clone https://github.com/maurosoria/dirsearch.git
cd dirsearch
pip3 install -r requirements.txt
python3 dirsearch.py -u <URL> -e <EXTENSIONS>
```

## Catching Config File

Dengan berbekal *Dirsearch* dengan *wordlist* bawaannya tak jarang saya mendapat temuan yang menarik. Salah satunya, pada *redacted.com* ini ternyata banyak celah *directory listing* yang satu diantaranya adalah *directory **config.***&#x20;

```
https://redacted.com/config
```

Terdapat 3 *file* dalam *directory* ini, dan semuanya adalah kredensial jaringan internal perusahaan ini.<br>

![Kredensial yang terungkap](https://2370299969-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-legacy-files/o/assets%2F-MTchLGQ78eoG4OiLFnV%2F-MceOQb3SelqWALLJ4S3%2F-MceRNSuWTLcMz6UEfa8%2F1608009001481.jpg?alt=media\&token=0c26c40d-dafe-443b-83d0-b5020ec24151)

Setelah saya melakukan analisis lebih lanjut, kredensial ini memang ditujukan ke jaringan intranet perusahaan tersebut, sehingga saya harus puas dengan hasil kali ini tanpa eksploitasi lebih lanjut.\
Puji syukur, kerentanan ini dinilai dengan tingkatan P2 (High) dengan impalan ratusan dollar USD.

## Bug Bounty Tips

Saat ini banyak website telah melakukan implementasi *rate limit* ketika akses dengan jumlah *request* yang banyak. Ada baiknya, kita membatasi banyaknya *request* dalam satu waktu saat sedang melakukan enumerasi *directory.*\ <br>
